[PROLOG]SILUET

Entahlah… cuaca begitu berbeda hari ini, terasa lebih dingin dari biasanya. Ya… tak seperti dulu. Tak peduli seberapa rendahnya temprature udara aku akan tetap merasakan hangat. Kenapa? Aku juga tidak tahu… mungkinkah… karena kau tak lagi disisiku? Ah.. atau mungkin sejak kepergianmu hari itu. Hari itu musim dingin sudah tiba, tapi kenapa aku tak merasa kedinginan? Namun begitu siluet tubuhmu tak tertangkap lagi oleh lensa mataku temperature rendah itu segera menyerangku. Aku mencoba menghiraukannya membiarkan tubuhku tetap terpaku karena aku tak berdaya lagi menggerakkan tubuhku. Sepertinya seluruh tenagaku sudah menguap bersama siluet tubuhmu yang menghilang. Suhu dingin itu segera menjelma menjadi ribuan jarum yang menusuk kulitku. Ah… itu tidak seberapa. Itu tak akan mampu menyaingi rasa  sesak yang menjalari dadaku. Secara otomatis tanganku memegang kain bajuku erat. Kenapa bisa sesakit ini? Dadaku sesak sekali rasanya. Mungkin aku akan ah tidak tapi aku sudah mati rasa hingga tetesan bening yang itu mengaliri pipiku tanpa kusadari. Kau sudah mengambil semua hormone dopamine dari tubuhku. Tidak hanya itu. Kenapa ada rasa perih disana bahkan sepertinya terasa kosong… ya begitu hampa.. mungkin ekspresiku dapat menggambarkannya saat ini. karenamukah? Aku… juga… tidak… tahu… yang aku tahu, aku melakukannya lagi hari ini. Aneh bukan? Aku masih saja membiarkan tubuhku merasakannya lagi. Seolah siluetmu menghilang lagi saat ini. Lucu bukan? Aku melakukannya lagi hari ini, membiarkan tubuhku terpaku lagi hari ini, Seolah siluetmu menghilang lagi saat ini.
Wait the next part okay? ^^
Please Comment ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pancasila sebagai Paradigma Perkembangan IPTEK di Bidang Internet

Tugas Agama : Tugas Manusia sebagai Khalifah di muka bumi